UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meminta mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan kuliah.
Mahasiswa perlu membangun kompetensi, karakter, keterampilan hidup, dan budaya belajar agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat memberikan sambutan dan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (21/9/2026).
Fajar mengapresiasi kinerja UM Bandung dalam memberikan layanan pendidikan di Jawa Barat. Ia juga menyambut mahasiswa baru program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang menjadi jalur percepatan penyelesaian pendidikan sarjana, termasuk bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1.
Menurut Fajar, mahasiswa UM Bandung memiliki modal sosial karena terhubung dengan jaringan 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengalaman, relasi, dan ruang belajar. “Jangan hanya mencari ijazah. Hal yang lebih penting adalah kompetensi,” ujarnya.
Ia menilai perubahan kebutuhan dunia kerja akan semakin cepat, terutama dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Oleh karena itu, mahasiswa perlu aktif berorganisasi, mengasah komunikasi, mampu beradaptasi, dan membangun budaya belajar sepanjang hayat.
Fajar juga mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perjuangan orang tua dengan menjalani kuliah secara sungguh-sungguh.
Menurutnya, mencari ilmu bukan proses yang berhenti setelah memperoleh gelar, tetapi harus terus dilakukan agar ilmu memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendikdasmen serta dukungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terhadap perkembangan UM Bandung.
Ia menyebut UM Bandung telah meraih akreditasi Baik Sekali dan terus mengembangkan program pendidikan menuju visi Islamic Technopreneurial University.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru yang hari ini mengikuti Pesonamu. Kami juga berharap semoga dukungan semua pihak bisa mempercepat terwujudnya visi Islamic Technopreneurial University,” tuturnya.
Ketua BPH UM Bandung Dadang Kahmad mengingatkan mahasiswa baru agar membangun lima fondasi selama kuliah, yakni budaya belajar sepanjang hayat, integritas dan karakter, kepedulian sosial, wawasan global, serta kebiasaan positif dan disiplin.
Dadang meminta mahasiswa menjauhi plagiarisme, menyontek, dan berbagai bentuk ketidakjujuran akademik.
Ia juga mendorong mahasiswa menguasai bahasa asing dan teknologi tanpa kehilangan jati diri. “Ilmu melahirkan amal dan amal melahirkan kebaikan,” katanya.
Menurut Dadang, kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, disiplin mengikuti perkuliahan, dan serius belajar dapat menjadi langkah awal untuk membangun masa depan.
“Jadikan kampus ini sebagai pijakan untuk mewujudkan mimpi dan menjadi generasi yang membawa kemajuan bangsa,” pungkasnya.***(FA/FK)


